KEEP PRAY, SMILE & SPIRIT ^_^
DO THE BEST 4 TODAY!!!

Tampilkan postingan dengan label I love 4JJI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label I love 4JJI. Tampilkan semua postingan

Selasa, Juli 15, 2008

Laa Taiasu Min Rohmatillah

فما قام بغيرك عنك لا تقم به لنفسك
اجتهادك فيما ضمن لك وتقصيرك فيما طلب منك دليل على انطماس البصيرة منك

Famaa qaama bighairika 'anka laa taqum bihi linafsika
Ijtihaaduka fiima dhumina laka wataqshiiruka fiima thuliba minka
Daliilun 'ala inthimaasi'l-bashiirati minka

Apa yang telah tersediakan oleh Lainmu untukmu, jangan kau upayakan adanya untuk dirimu.
Kesungguhanmu terhadap (mengupayakan) sesuatu yang telah dijamin untukmu dan sambalewamu terhadap sesuatu yang dituntut darimu, menunjukkan pudarnya matahatimu.


Allah menciptakan manusia dan telah menyediakan rezki baginya di dalam kehidupan dunia ini. Sebagai hamba, manusia hanya dituntut untuk menghamba, beribadah, kepadaNya. Tapi aneh; umumnya kita justru mengejar apa yang sudah tersedia (disediakan oleh Allah) untuk kita: rezki (seperti harta, kedudukan, dsb); sehingga seringkali bahkan karenanya kita melalaikan apa yang seharusnya kita penuhi: beribadah kepadaNya. Atau minimal kesibukan dan keseriusan kita untuk mendapatkan rezki itu mengurangi ketekunan dan keseriusan kita dalam mengabdi kepadaNya.

Menurut Syeikh Ibn 'Athaillah, kesungguhan dan keseriusan kita dalam mengupayakan sesuatu yang sudah dijamin adanya; sementara terhadap sesuatu yang dituntut dari kita, kita malah sambalewa dan seenaknya, adalah pertanda bahwa matahati kita telah pudar.

لا تكن تأخر امد العطاء مع الالحاح في الدعاء موجبا ليأسك
فهو ضمن لك الاجابة فيما يختاره لك لا فيما تختار لنفسك,
وفي الوقت الذي يريد لا في الوقت الذي تريد
Laa takun ta-akhkhuru amadi 'l-'athaa-I ma'a 'l-ilhaahi fii 'd-du'aa-i
Muujiban liya'sika; faHuwa dhamina laka al-ijaabata fiimaa yakhtaaruhu laka
laa fiimaa takhtaaru linafsika, wafii 'l-waqti 'l-ladaii yuriidu laa fii 'l-waqti 'l-ladzii turiidu.

Janganlah tertundanya masa pemberian bersama gigihnya permohonan menyebabkan keputus-asaanmu. Ia menjamin keterkabulan permohonan sesuai pilihanNya untukmu, bukan sesuai pilihanmu untuk dirimu; dan pada waktu yang Ia kehendaki, bukan waktu yang kau inginkan.

Kadang-kadang kita gigih berdoa, memohon dengan sungguh-sungguh kepada Allah; tapi apa yang kita pohonkan tak kunjung diberikanNya kepada kita. Karenanya sering kali kita kemudian merasa bahwa doa dan permohonan kita tidak dikabulkanNya sesuai firmanNya. "Bukankah Allah telah berfirman 'Ud'uunii astajib lakum, Berdoalah kepadaKu, pasti Aku akan mengabulkanmu;" begitu mungkin pikir kita, "mengapa aku sudah gigih berdoa, tak juga dikabulkanNya?"

Syeikh Ibn 'Athaillah menjelaskan bahwa permohonan kita kepada Allah pasti dikabulkan, sesuai janjiNya. Apalagi bila kita gigih dan bersungguh-sungguh dalam berdoa. Hanya saja Allah mengabulkan permohonan hambaNya sesuai dengan pilihanNya dan pada waktu yang dikehendakinya. Bukan menurut pilihan kita dan pada waktu yang kita kehendaki. Allah Mahamengetahui dan lebih tahu –daripada kita sendiri— mengenai apa yang maslahat dan terbaik bagi kita. Ia Mahamengetahui dan lebih tahu –daripada kita sendiri—mengenai kapan sebaiknya apa yang kita inginkan itu diberikan kepada kita.

Umumnya manusia memang hanya memohon sesuai keinginannya dan seringkali tanpa mengetahui apakah permohonan yang sesuai keinginannya itu berakibat baik atau buruk untuk dirinya. Manusia juga memohon sesuatu yang diinginkannya dapat diperoleh pada saat yang ia kehendaki, tanpa mengetahui apakah bila sesuatu itu diperolehnya pada saat yang dikehendakinya berakibat baik atau buruk terhadap dirinya.

Ibarat anak kecil yang sering kali tidak paham mengapa permintaannya tidak dikabulkan oleh orangtuanya dan buru-buru menganggap orangtuanya tidak sayang kepadanya (misalnya, si anak dengan gigih meminta es dan orangtuanya tidak mengabulkannya karena tahu anaknya itu sedang batuk dan tidak boleh minum es); demikian pula sering kali kita tidak paham ketika permohonan kita tidak segera dikabulkan oleh Allah.

Allah Mahamengetahui dan lebih tahu daripada kita sendiri apa dan kapan yang terbaik untuk kita.
From : mularto mulyohadi putra [mularto@gmail.com]

[+/-] Selengkapnya...

Sabtu, Juni 21, 2008

Give Thank's For all the thing Happen to your life

Saya BERSYUKUR untuk istri
Yang memberiku makanan yang sama dengan malam kemarin
Karena Istriku DI RUMAH malam ini,
dan TIDAK bersama orang lain...

BERSYUKUR untuk suami
Yang duduk bermalasan di Sofa
Sambil baca koran males-malesan,
Karena doi bersama aku dirumah
dan tidak keluyuran... apalagi ke Bar malem ini.

BERSYUKUR untuk anakku
Yang selalu PROTES dirumah
Karena artinya.... dia sedang dirumah
dan TIDAK sedang keluyuran di jalanan

BERSYUKUR untuk Pajak yang saya bayar
karena artinya... Saya bekerja...
atau Punya penghasilan ...

BERSYUKUR untuk rumah yang berantakan...
Karena artinya saya masih punya kesempatan
melayani orang-orang yang mengasihi saya...

BERSYUKUR untuk baju yang mulai kesempitan
karena artinya ...
Saya bisa lebih dari cukup untuk makan ...

BERSYUKUR pada bayangan yang mengikutiku
Karena artinya ...
Aku tidak disilaukan oleh Matahari ...

BERSYUKUR untuk Kebun yang harus dirapikan
dan perkara yang harus dibetulkan dirumah..!!
Karena artinya... saya punya Rumah !!!

BERSYUKUR akan berita orang yang lagi DEMO .
karena artinya
Kita masih PUNYA kebebasan untuk berbicara

BERSYUKUR untuk dapat tempat parkir yang paling jauh...
Karena artinya saya masih bisa berjalan kaki.
dan diberkati dengan kendaraan yang saya bisa bawa...

BERSYUKUR untuk cucian...
Karena artinya... saya punya baju yang bisa dipakai...

BERSYUKUR karena kepenatan dan kelelahan kerja setiap hari...
karena artinya ... saya mampu bekerja keras setiap hari ...

BERSYUKUR mendengar Alarm yang mengganggu di pagi hari...
Karena artinya... SAYA MASIH HIDUP...

AKHIRNYA ... BERSYUKUR dengan banyaknya E-mail yang masuk ..
KARENA ARTINYA SAYA MASIH PUNYA ANDA YANG MEMPERHATIKAN SAYA...!!

[+/-] Selengkapnya...

Bila Aku Jatuh Cinta...

Bila Aku Jatuh Cinta

Allahu Rabbi, aku minta izin

Bila suatu saat aku jatuh cinta

Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang

Hingga membuat lalai akan adanya Engkau

Allahu Rabbi,

Aku punya pinta

Bila suatu saat aku jatuh cinta

Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas

Biar rasaku pada-Mu tetap utuh

Allahu Rabbi,

Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta

Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan

kasih-Mu

dan membuatku semakin mengagumi-Mu

Allahu Rabbi,

Bila suatu saat aku jatuh hati

Pertemukanlah kami

Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu

Allahu Rabbi,

Pintaku terakhir adalah seandainya ku jatuh hati

Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku

Anugerahkanlah aku cinta-Mu...

Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu

Amin...

Sumber: http://www.dudung. net

[+/-] Selengkapnya...

Selasa, Juni 10, 2008

KETIKA TUHAN BERKATA "TIDAK"

** THE BLESSING IN "NO" **
(KETIKA TUHAN BERKATA "TIDAK")


I asked God to take away my pride.
God said, "No. It is not for me to take away, but for you to give it up."
(Ya Tuhan ambillah kesombonganku dariku. Tuhan berkata, "Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya.")

I asked God to make my handicapped child whole.
God said, "No. Her spirit was whole, her body was only temporary."
(Ya Tuhan sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat. Tuhan berkata, "Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara.")

I asked God to grant me patience.
God said, "No. Patience is a by-product of tribulations; it isn't granted, it is earned."
(Ya Tuhan beri aku kesabaran. Tuhan berkata, "Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan; tidak diberikan, kau harus meraihnya sendiri.")

I asked God to give me happiness.
God said, "No. I give you blessings, happiness is up to you."

(Ya Tuhan beri aku kebahagiaan. Tuhan berkata, "Tidak. Kuberi keberkahan, kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri.")

I asked God to spare me pain.
God said, "No. Suffering draws you apart from worldly cares and brings you closer to me."
(Ya Tuhan jauhkan aku dari kesusahan. Tuhan berkata, "Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu pada Ku.")

I asked for all things that I might enjoy life.
God said, "No. I will give you life so that you may enjoy all things."
(Ya Tuhan beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat. Tuhan berkata, "Tidak. Aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal.")

I asked God to help me LOVE others, as much as God loves me.
God said... "Ahhhh, finally you have the idea!"
(Ya Tuhan bantu aku MENCINTAI orang lain, sebesar cintaMu padaku. Tuhan berkata... "Ahhhh, akhirnya kau mengerti !"

From : Wiewok Pandu Wiseso

[+/-] Selengkapnya...

Sabtu, Mei 31, 2008

Panggilan Allah SWT Hanya 3 X

PANGGILAN ALLAH HANYA 3X

Assalamualaikum Wrwb,

Dikisahkan oleh seorang gadis yang sedang pergi Umrah dengan Ibunya

Ibu adalah pemilik Maknah Tour Travel dimana saya bergabung untuk Umrah di bulan July 2007 yang lalu. Kebetulan umrahku dimulai di Madinah dulu selama 4 hari, baru ke Mekkah. Tujuannya adalah mendapatkan saat Malam Jumat di depan Kabah. Jadi aku punya kesempatan untuk bertanya tentang Umrah.

Saat itu, Dhuha, hari terakhir aku di Masjid Nabawi untuk menuju Mekah... Aku bertanya pada Ibu :

"Ibu, kataku, ada cerita apa yang menarik dari Umrah... ?" Krn ini pertama kali aku ber Umrah,

Dan Ibu, memberikan Tausyiahnya. Ibu berkata...

"Shinta, Allah hanya memanggil kita 3 kali saja seumur hidup"

Keningku berkerut... "Sedikit sekali Allah memanggil kita...?"

Ibu tersenyum. "Iya, tahu tidak apa saja 3 panggilan itu..?"

Saya menggelengkan kepala.

"Panggilan pertama adalah Azan ", ujar Ibu.

"Itu adalah panggilan Allah yang pertama. Panggilan ini sangat jelas terdengar di telinga kita, sangat kuat terdengar. Ketika kita Sholat, sesungguhnya kita menjawab panggilan Allah. Tetapi Allah masih fleksibel, dia tidak "cepat marah" akan sikap kita. Kadang kita terlambat, bahkan tidak sholat sama sekali karena malas. Allah tidak marah seketika. Dia masih memberikan rahmatNya, masih memberikan kebahagiaan bagi umat-Nya, baik umat-Nya itu menjawab panggilan Azan-Nya atau tidak. Allah hanya akan membalas umat-Nya ketika hari Kiamat nanti".

Saya terpekur... mata saya berkaca-kaca. Terbayang saya masih melambatkan Sholat karena meeting lah, mengajar lah, dan lain lain. Masya Allah...

Ibu melanjutkan, "Shinta, Panggilan yang kedua adalah panggilan Umrah / Haji .

Panggilan ini bersifat halus. Allah memanggil hamba-hamba-Nya dengan panggilan yang halus dan sifatnya "bergiliran". Hamba yang satu mendapatkan kesempatan yang berbeza dengan hamba yang lain. Jalannya bermacam-macam. Yang tidak punya uang menjadi punya uang, yang tidak merancang pula akan pergi, ada yang memang merancang dan terkabul.

Ketika kita mengambil niat Haji / Umrah, berpakaian Ihram dan melafazkan "Labaik Allahuma Labaik/ Umrotan", sesungguhnya kita saat itu menjawab panggilan Allah yang ke dua. Saat itu kita merasa bahagia, karena panggilan Allah sudah kita jawab, meskipun panggilan itu halus sekali. Allah berkata, laksanakan Haji / Umrah bagi yang mampu".

Mata saya semakin berkaca-kaca...

Subhanallah... Saya datang menjawab panggilan Allah lebih cepat dari yang saya rancangkan... Alhamdulillah...

"Dan panggilan ke-3", lanjut Ibu, adalah "KEMATIAN"

Panggilan yang kita jawab dengan amal kita. Pada kebanyakan kasus, Allah tidak memberikan tanda tanda secara langsung, dan kita tidak mampu menjawab dengan lisan dan gerakan. Kita hanya menjawabnya dengan amal sholeh. Karena itu Shinta, manfaatkan waktumu sebaik-baiknya.

....Jawablah 3 panggilan Allah dengan hatimu dan sikap yang Husnul Khotimah... Insya Allah syurga adalah balasannya...

Mata saya basah di dalam Masjid Nabawi , saya sujud bertaubat pada Allah karena kelalaian saya dalam menjawab panggilanNya...

Kala itu hati saya makin yakin akan kebesaran-Nya, kasih sayang-Nya dan dengan semangat menyala-nyala, saya mengenakan baju Ihram dan berniat... Aku menjawab panggilan Umrah-Mu ya Allah, Tuhan Semesta Alam...

Wassalam.


From : Ariestiani

[+/-] Selengkapnya...

Minggu, Februari 03, 2008

Jika Aku Jatuh Cinta

Jika Aku Jatuh Cinta

sumber : As-Syahid Syed Qutb

Ya Allah, jika aku jatuh cinta,
cintakanlah aku pada seseorang yang
melabuhkan cintanya pada-Mu,
agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.

Ya Allah, jika aku jatuh cinta,
jagalah cintaku padanya agar tidak
melebihi cintaku pada-Mu

Ya Allah, jika aku jatuh hati,
izinkanlah aku menyentuh hati seseorang
yang hatinya tertaut pada-Mu,
agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.

Ya Rabbana, jika aku jatuh hati,
jagalah hatiku padanya agar tidak
berpaling pada hati-Mu.

Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu,
rindukanlah aku pada seseorang yang
merindui syahid di jalan-Mu.

Ya Allah, jika aku rindu,
jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan syurga-Mu.

Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu, janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu.

Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu, jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu.

Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu, jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.
From : Puguh Wicaksono

[+/-] Selengkapnya...

Sabtu, Januari 26, 2008

Sayang Allah untukmu

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

It will touch your heart....
Send it to your friends if you really care to them...

Sayang Dari ALLAH SWT

Saat kau bangun pagi hari, AKU memandangmu dan berharap engkau akan berbicara kepada KU, walaupun hanya sepatah kata meminta pendapatKU atau bersyukur kepada KU atas sesuatu hal yang indah yang terjadi dalam hidupmu hari ini atau kemarin .....
Tetapi AKU melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja .....
AKU kembali menanti saat engkau sedang bersiap, AKU tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapaKU, tetapi engkau terlalu sibuk .........

Disatu tempat, engkau duduk disebuah kursi selama lima belas menit tanpa melakukan apapun. Kemudian AKU Melihat engkau menggerakkan kakimu. AKU berfikir engkau akan berbicara kepadaKU tetapi engkau berlari ke telephone dan menghubungi seorang teman untuk mendengarkan kabar terbaru.

AKU melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan AKU menanti dengan sabar sepanjang hari. Dengan semua kegiatanmu AKU berfikir engkau terlalu sibuk mengucapkan sesuatu kepadaKU.

Sebelum makan siang AKU melihatmu memandang sekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk berbicara kepadaKU, itulah sebabnya mengapa engkau tidak menundukkan kepalamu.

Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan melihat beberapa temanmu berbicara dan menyebut namaKU dengan lembut sebelum menyantap rizki yang AKU berikan, tetapi engkau tidak melakukannya ........

masih ada waktu yang tersisa dan AKU berharap engkau akan berbicara kepadaKU, meskipun saat engkau pulang kerumah kelihatannya seakan-akan banyak hal yang harus kau kerjakan.

Setelah tugasmu selesai, engkau menyalakan TV, engkau menghabiskan banyak waktu setiap hari didepannya, tanpa memikirkan apapun dan hanya menikmati acara yg ditampilkan. Kembali AKU menanti dengan sabar saat engkau menonton TV dan menikmati makananmu tetapi kembali kau tidak berbicara kepadaKU ......

Saat tidur, KU pikir kau merasa terlalu lelah. Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu, kau melompat ketempat tidur dan tertidur tanpa sepatahpun namaKU, kau sebut. Engkau menyadari bahwa AKU selalu hadir untukmu.

AKU telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari. AKU bahkan ingin mengajarkan bagaimana bersabar terhadap orang lain. AKU sangat menyayangimu, setiap hari AKU menantikan sepatah kata, do'a, pikiran atau syukur dari hatimu.
Keesokan harinya ...... engkau bangun kembali dan kembali AKU menanti dengan penuh kasih bahwa hari ini kau akan memberiku sedikit waktu untuk menyapaKU
........Tapi yang KU tunggu ........ tak kunjung tiba ...... tak juga kau menyapaKU.
Subuh ........ Dzuhur ....... Ashyar ........... Magrib ......... Isya dan Subuh kembali, kau masih mengacuhkan AKU ..... tak ada sepatah kata, tak ada seucap do'a, dan tak ada rasa, tak ada harapan dan keinginan untuk bersujud kepadaKU .........

Apa salahKU padamu ...... wahai UmmatKU????? Rizki yang KU limpahkan, kesehatan yang KU berikan, harta yang KU relakan, makanan yang KU hidangkan, anak-anak yang KUrahmatkan, apakah hal itu tidak membuatmu ingat kepadaKU .............!!!!!!!

Percayalah AKU selalu mengasihimu, dan AKU tetap berharap suatu saat engkau akan menyapa KU, memohon perlindungan KU, bersujud menghadap KU ..... Yang selalu menyertaimu setiap saat .........


Note: apakah kita memiliki cukup waktu untuk mengirimkan surat ini kepada orang2 yang kita sayangi??? Untuk mengingatkan mereka bahwa segala apapun yang kita terima hingga saat ini, datangnya hanya dari ALLAH semata

From : Nurcholis [nurcholis@indosat.com]

[+/-] Selengkapnya...

Senin, Agustus 27, 2007

Tujuh Indikator Kebahagiaan Dunia

From : Rofiq Fauzi [rofiq.fauzi@infoasia.net.id]

Tujuh Indikator Kebahagiaan Dunia
Sumber tulisan: ceramah Ustad Aam Aminudin, Lc. di Sapporo, Jepang, disarikan secara bebas oleh Sdr. Asep Tata Permana


Ibnu Abbas ra. adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat telaten dalam menjaga dan melayani Rasulullah SAW, dimana ia pernah secara khusus didoakan Rasulullah SAW, selain itu pada usia 9 tahun Ibnu Abbas telah hafal Al-Quran dan telah menjadi imam di mesjid. Suatu hari ia ditanya oleh para Tabi’in (generasi sesudah wafatnya Rasulullah SAW) mengenai apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia. Jawab Ibnu Abbas ada 7 (tujuh) indikator kebahagiaan dunia, yaitu :

Pertama, Qalbun syakirun atau hati yang selalu bersyukur.

Memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya (qona’ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Seorang yang pandai bersyukur sangatlah cerdas memahami sifat-sifat Allah SWT, sehingga apapun yang diberikan Allah ia malah terpesona dengan pemberian dan keputusan Allah.
Bila sedang kesulitan maka ia segera ingat sabda Rasulullah SAW yaitu :
"Kalau kita sedang sulit perhatikanlah orang yang lebih sulit dari kita". Bila sedang diberi kemudahan, ia bersyukur dengan memperbanyak amal ibadahnya, kemudian Allah pun akan mengujinya dengan kemudahan yang lebih besar lagi. Bila ia tetap "bandel"
dengan terus bersyukur maka Allah akan mengujinya lagi dengan kemudahan yang lebih besar lagi.
Maka berbahagialah orang yang pandai bersyukur!


Kedua. Al azwaju shalihah, yaitu pasangan hidup yang sholeh.

Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yang sholeh pula. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai imam keluarga) akan diminta pertanggungjawaban dalam mengajak istri dan anaknya kepada kesholehan. Berbahagialah menjadi seorang istri bila memiliki suami yang sholeh, yang pasti akan bekerja keras untuk mengajak istri dan anaknya menjadi muslim yang sholeh. Demikian pula seorang istri yang sholeh, akan memiliki kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa dalam melayani suaminya, walau seberapa buruknya kelakuan suaminya. Maka berbahagialah menjadi seorang suami yang memiliki seorang istri yang sholeh.

Ketiga, al auladun abrar, yaitu anak yang soleh.

Saat Rasulullah SAW lagi thawaf. Rasulullah SAW bertemu dengan seorang anak muda yang pundaknya lecet-lecet. Setelah selesai thawaf Rasulullah SAW bertanya kepada anak muda itu : "Kenapa pundakmu itu ?" Jawab anak muda itu : "Ya Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu yang sudah udzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah melepaskan dia. Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat, ketika sholat, atau ketika istirahat, selain itu sisanya saya selalu menggendongnya" . Lalu anak muda itu bertanya: "
Ya Rasulullah, apakah aku
sudah termasuk kedalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua ?"
Nabi SAW sambil memeluk anak muda itu dan mengatakan: "Sungguh Allah ridho kepadamu, kamu anak yang soleh, anak yang berbakti, tapi anakku ketahuilah, cinta orangtuamu tidak akan terbalaskan olehmu".
Dari hadist tersebut kita mendapat gambaran bahwa amal ibadah kita ternyata tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua kita, namun minimal kita bisa memulainya dengan menjadi anak yang soleh, dimana doa anak yang sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah. Berbahagialah kita bila memiliki anak yang sholeh.


Keempat, albiatu sholihah, yaitu lingkungan yang kondusif untuk iman kita.

Yang dimaksud dengan lingkungan yang kondusif ialah, kita boleh mengenal siapapun tetapi untuk menjadikannya sebagai sahabat karib kita, haruslah orang-orang yang mempunyai nilai tambah terhadap keimanan kita. Dalam sebuah haditsnya, Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang yang sholeh. Orang-orang yang sholeh akan selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan kita bila kita berbuat salah.
Orang-orang sholeh adalah orang-orang yang bahagia karena nikmat iman dan nikmat Islam yang selalu terpancar pada cahaya wajahnya.
Insya Allah cahaya tersebut akan ikut menyinari orang-orang yang ada disekitarnya.
Berbahagialah orang-orang yang selalu dikelilingi oleh orang-orang yang sholeh.


Kelima, al malul halal, atau harta yang halal.

Paradigma dalam Islam mengenai harta bukanlah banyaknya harta tetapi halalnya. Ini tidak berarti Islam tidak menyuruh umatnya untuk kaya.
Dalam riwayat Imam Muslim di dalam bab sadaqoh, Rasulullah SAW pernah bertemu dengan seorang sahabat yang berdoa mengangkat tangan. "Kamu berdoa sudah bagus", kata Nabi SAW, "Namun sayang makanan, minuman dan pakaian dan tempat tinggalnya didapat secara haram, bagaimana doanya dikabulkan". Berbahagialah menjadi orang yang hartanya halal karena doanya sangat mudah dikabulkan Allah. Harta yang halal juga akan menjauhkan setan dari hatinya, maka hatinya semakin bersih, suci dan kokoh, sehingga memberi ketenangan dalam hidupnya.
Maka berbahagialah orang-orang yang selalu dengan teliti menjaga kehalalan hartanya.


Keenam, Tafakuh fi dien, atau semangat untuk memahami agama.

Semangat memahami agama diwujudkan dalam semangat memahami ilmu- ilmu agama Islam. Semakin ia belajar, maka semakin ia terangsang untuk belajar lebih jauh lagi ilmu mengenai sifat-sifat Allah dan ciptaan-Nya.
Allah menjanjikan nikmat bagi umat-Nya yang menuntut ilmu, semakin ia belajar semakin cinta ia kepada agamanya, semakin tinggi cintanya kepada Allah dan rasul-Nya. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya.
Semangat memahami agama akan meng "hidup" kan hatinya, hati yang "hidup" adalah hati yang selalu dipenuhi cahaya nikmat Islam dan nikmat iman. Maka berbahagialah orang yang penuh semangat memahami ilmu agama Islam.


Ketujuh, yaitu umur yang baroqah.

Umur yang baroqah itu artinya umur yang semakin tua semakin sholeh, yang setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Seseorang yang mengisi hidupnya untuk kebahagiaan dunia semata, maka hari tuanya akan diisi dengan banyak bernostalgia (berangan-angan) tentang masa mudanya, iapun cenderung kecewa dengan ketuaannya (post-power syndrome). Disamping itu pikirannya terfokus pada bagaimana caranya menikmati sisa hidupnya, maka iapun sibuk berangan-angan terhadap kenikmatan dunia yang belum ia sempat rasakan, hatinya kecewa bila ia tidak mampu menikmati kenikmatan yang diangankannya. Sedangkan orang yang mengisi umurnya dengan banyak mempersiapkan diri untuk akhirat (melalui amal ibadah) maka semakin tua semakin rindu ia untuk bertemu dengan Sang Penciptanya. Hari tuanya diisi dengan bermesraan dengan Sang Maha Pengasih. Tidak ada rasa takutnya untuk meninggalkan dunia ini, bahkan ia penuh harap untuk segera merasakan keindahan alam kehidupan berikutnya seperti yang dijanjikan Allah. Inilah semangat "hidup" orang-orang yang baroqah umurnya, maka berbahagialah orang-orang yang umurnya baroqah.

Demikianlah pesan-pesan dari Ibnu Abbas ra. mengenai 7 indikator kebahagiaan dunia.

Bagaimana caranya agar kita dikaruniakan Allah ke tujuh buah indikator kebahagiaan dunia tersebut ? Selain usaha keras kita untuk memperbaiki diri, maka mohonlah kepada Allah SWT dengan sesering dan se-khusyu’ mungkin membaca doa `sapu jagat’ , yaitu doa yang paling sering dibaca oleh Rasulullah SAW. Dimana baris pertama doa tersebut "Rabbanaa aatina fid dun-yaa hasanaw" (yang artinya "Ya Allah karuniakanlah aku kebahagiaan dunia "), mempunyai makna bahwa kita sedang meminta kepada Allah ke tujuh indikator kebahagiaan dunia yang disebutkan Ibnu Abbas ra, yaitu hati yang selalu syukur, pasangan hidup yang soleh, anak yang soleh, teman-teman atau lingkungan yang soleh, harta yang halal, semangat untuk memahami ajaran agama, dan umur yang baroqah.

Walaupun kita akui sulit mendapatkan ketujuh hal itu ada di dalam genggaman kita, setidak-tidaknya kalau kita mendapat sebagian saja sudah patut kita syukuri.

Sedangkan mengenai kelanjutan doa sapu jagat tersebut yaitu "wa fil aakhirati hasanaw" (yang artinya "dan juga kebahagiaan akhirat"), untuk memperolehnya hanyalah dengan rahmat Allah. Kebahagiaan akhirat itu bukan surga tetapi rahmat Allah, kasih sayang Allah.
Surga itu hanyalah sebagian kecil dari rahmat Allah, kita masuk surga bukan karena amal soleh kita, tetapi karena rahmat Allah.
Amal soleh yang kita lakukan sepanjang hidup kita (walau setiap hari puasa dan sholat malam) tidaklah cukup untuk mendapatkan tiket masuk surga. Amal soleh sesempurna apapun yang kita lakukan seumur hidup kita tidaklah sebanding dengan nikmat surga yang dijanjikan Allah.


Kata Nabi SAW, "Amal soleh yang kalian lakukan tidak bisa memasukkan kalian ke surga". Lalu para sahabat
bertanya: "Bagaimana dengan Engkau ya Rasulullah ?". Jawab Rasulullah SAW : "Amal soleh saya pun juga tidak cukup". Lalu para sahabat kembali bertanya : "Kalau begitu dengan apa kita masuk surga?". Nabi SAW kembali menjawab : "Kita dapat masuk surga hanya karena rahmat dan kebaikan Allah semata".


Jadi sholat kita, puasa kita, taqarub kita kepada Allah sebenarnya bukan untuk surga tetapi untuk mendapatkan rahmat Allah. Dengan rahmat Allah itulah kita mendapatkan surga Allah (Insya Allah, Amiin).

[+/-] Selengkapnya...

Kamis, Agustus 09, 2007

Untuk direnungkan...

RENUNGAN AKAN UJIAN DAN JAWABANNYA ADA DALAM AL-QUR’AN

KENAPA AKU DIUJI?
Surah Al-Ankabut ayat 2-3
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:"Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?
Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang
yang dusta.

KENAPA AKU TIDAK MENDAPATKAN APA YANG AKU IDAM-IDAMKAN?
Surah Al-Baqarah ayat 216
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

KENAPA UJIAN SEBERAT INI?
Surah Al-Baqarah ayat 286
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

RASA FRUSTASI?
Surah Al-Imran ayat 139
Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.

BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPINYA?
Surah Al-Imran ayat 200
Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah
supaya kamu beruntung.

BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPINYA?
Surah Al-Baqarah ayat 45
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu',

APA YANG AKU DAPAT DARI SEMUA INI?
Surah At-Taubah ayat 111
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.

KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?
Surah At-Taubah ayat 129
Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Allah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal

AKU TAK DAPAT BERTAHAN LAGI!!!!!
Surah Yusuf ayat 87
dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.
Surah An-Nisaa' ayat 86
Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan lebih baik, atau balaslah
(dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah
memperhitungkan segala sesuatu.


Mari kita berbenah dan terus berbenah..untuk memepersembahkan yang terbaik dalam masa hidup kita...
Dengan torehan kemuliaan dan semangat pantang menyerah...
Dimanapun. kapanpun dan dengan siapapun..selama ALLAH SWT menjadi "..just The ONE goal..“ Insya Allah akan "bahagia" sebagaimana doa yang sering terlantun untuk kebahagiaan dunia dan akhirat.

[+/-] Selengkapnya...

Rabu, Agustus 08, 2007

Bersyukurlah...

Bersyukurlah. ..Karena engkau tidak memiliki semua yg diinginkan, jika engkau memiliki semuanya, apalagi yg hendak dicari?
Bersyukurlah. ..Saat engkau tidak mengetahui sesuatu, karena itu memberi kesempatan kepadamu utk belajar.
Bersyukurlah. ..Atas masa2 sulit yg engkau hadapi, karena selama itulah engkau tumbuh menjadi dewasa.
Bersyukurlah. ..Atas keterbatasan yg engkau miliki, karena hal itu memberimu kesempatan utk memperbaiki diri.
Bersyukurlah. ..Atas setiap tantangan baru, karena hal itu akan membangun kekuatan & karaktermu.
Bersyukurlah. ..Atas kesalahan2 yg engkau perbuat , karena hal itu memberimu pelajaran yg sangat berharga.
Bersyukurlah. ..Ketika engkau lelah dan tak berdaya , karena berarti engkau telah membuat suatu perbedaan........

Adalah mudah untuk bersyukur atas hal2 yg baik......
kehidupan yg bermakna adalah bagi mereka yg juga bersyukur atas kesulitan yg dihadapi.
Rasa syukur bisa mengubah hal negatif menjadi positif
Berusahalah bersyukur atas kesulitan yg engkau hadapi sehingga kesulitan itu akan menjadi berkah bagi dirimu.
"Hidup untuk Hidup", jangan lupa akan diri-Nya. Wallahu a'lam bish-shawaab. ..."Cinta Sejati Sang Maha Kuasa"

Tuhan...Saat aku menyukai seorang teman,...Ingatkanlah aku bahwa akan ada sebuah akhir,...Sehingga aku tetap bersama yang Tak Pernah Berakhir.
Tuhan...Ketika aku merindukan seorang kekasih,...Rindukanlah aku kepada yang rindu Cinta Sejati-Mu

Agar kerinduanku terhadap-Mu semakin menjadi.
Tuhan...Jika aku hendak mencintai seseorang,.. .
Temukan aku dengan orang yang mencintai-Mu, ...
Agar bertambah kuat cintaku pada-MuTuhan...
Ketika aku sedang jatuh cinta,...Jagalah cinta itu,...agar tidak melebihi cintaku pada-Mu.

Tuhan...Ketika aku berucap aku cinta padamu,...Biarlah kukatakan kepada yang hatinya tertaut pada-Mu.
Agar aku tak jatuh dalam cinta yang bukan karena-Mu.
Sebagaimana orang bijak berucap...Mencintai seseorang bukanlah apa-apa,...
Dincintai seseorang adalah sesuatu,...
Dicintai oleh orang yang kau cintai sangatlah berarti,...
Tapi dicintai oleh Sang Pencipta adalah segalanya.

Rabbana laa tuziq quluubanaa,. .. ba'da idzhadaitanaa wahablana milladunka rahmaatan innaka anntalwahabb.
Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi. Amiinnn ya rabbal 'Aalamiinn.. ..

[+/-] Selengkapnya...

Google