KEEP PRAY, SMILE & SPIRIT ^_^
DO THE BEST 4 TODAY!!!

Sabtu, Juni 21, 2008

MENCOBA MEMAHAMI

Mencoba Memahami
Penulis : Achmad Fachrie

Hati ini hidup penuh dengan mimpi dan harap. Mimpi dan harap untuk mendapatkan yang terbaik. Harap itu bisa berupa keadaan atau mungkin dengan orang yang kita temui. Apalagi setiap manusia itu unik, memiliki harap dan point of view yang berbeda-beda.

Perbedaan antara cara pandang yang terjadi terkadang melahirkan beragam perselisihan. Seolah, kok yang ada dihadapan saya begitu, kenapa dia tidak begini. Bahkan dikatakan, semakin kita merasa mengenal orang, maka semakin besar dan banyak pula rasa tuntutan yang hadir terhadap orang tersebut.

Kita tahu dan mungkin sudah hapal bahwa Allah SWT menciptakan perbedaan agar kita saling mengenal. Tapi terkadang pada kenyataannya, ketika perbedaan terlihat di hadapan kita, terlalu cepat mengambil sikap, emosi dengan segera menutup pintu pemahaman. Pintu pemahaman untuk belajar mengenal dan memahami lebih jauh. Sehingga seolah-olah perbedaan yang ada justru semakin menciptakan jarak yang semakin jauh. Tapi apakah itu yang sesungguhnya?

Ya, kalau kita mau fokus melihat perbedaan, maka sesungguhnya perbedaan yang ada di hadapan kita sangat besar. Itu karena kita fokus melihat perbedaan. Tapi jika mau memahami melihat persamaan yang telah mempertemukan antara kita, maka sesungguhnya perbedaan itu bukan memancing perselisihan untuk hadir.

Bukan karena perbedaan yang membuat jarak semakin jauh. Tapi terkadang ketidakmampuan memahami dalam setiap yang terjadi, membuat hati terlalu cepat bergemuruh. Bukan karena perbedaan yang membuat perselisihan hadir. Tapi karena ketidakmampuan memahami dalam setiap yang dihadapi, membuat hati segera terasa resah.

Jika saja kita bisa mencoba melihat lebih dekat untuk memahami di balik segala kekurangan dan perbedaan yang dihadapi, maka tersimpan kebaikan yang belum kita sadari. Jika saja kita bisa lebih bersabar menghadapi setiap yang terjadi, maka di balik kekecewaan yang terasa, sesungguhnya tersimpan karunia kebaikan hikmah yang dapat dipetik.

Terkadang dalam berharap sesuatu, kita berharap terlalu tinggi. Jika memang demikian, bukannya tidak boleh, tapi terkadang tidak diimbangi jiwa yang luas untuk menerima jika pada akhirnya tidak dapat teraih. Dan ketika dihadapkan pada kenyataan yang sesungguhnya, sempitnya pemahaman menyebabkan sikap dan perilaku yang sempit pula. Ketika dihadapkan bahwa yang ada di depan kita bukan seperti yang ada di dalam mimpi, secepat itu pula hati terucap rasa mengeluh.

Sebagus apa pun kayu, pasti akan terbakar jika dihadapkan dengan api. Sebaik apa pun yang ada di hadapan kita, tapi jika kita lebih melihat perbedaan dan meninggikan harapan kita, maka semuanya akan terlihat kurang di hadapan kita.

Di balik segala kesalahan dan kekurangan yang terlihat, akan menjadi kebaikan jika kita mau bersabar dan menerima dalam bentuk pemaafan untuk memahami bahwa kenyataan yang ada di hadapan merupakan karuniaNya yang terbaik untuk kita. Di balik segala sifat yang tidak dimengerti, sesungguhnya ada sifat yang terberi untuk diri kita. Ketidakmampuan memahami membuat hal yang sebenarnya baik, menjadi terlihat kurang untuk kita.

Semoga Allah SWT meluaskan ruang jiwa kita untuk belajar memahami atas semua yang terjadi, bahwa selalu ada kebaikan dalam setiap perbedaan dan harapan yang tidak harus tercapai.
From : trityatmo bowolaksono bowolaksono [bowltea@yahoo.com]

[+/-] Selengkapnya...

Give Thank's For all the thing Happen to your life

Saya BERSYUKUR untuk istri
Yang memberiku makanan yang sama dengan malam kemarin
Karena Istriku DI RUMAH malam ini,
dan TIDAK bersama orang lain...

BERSYUKUR untuk suami
Yang duduk bermalasan di Sofa
Sambil baca koran males-malesan,
Karena doi bersama aku dirumah
dan tidak keluyuran... apalagi ke Bar malem ini.

BERSYUKUR untuk anakku
Yang selalu PROTES dirumah
Karena artinya.... dia sedang dirumah
dan TIDAK sedang keluyuran di jalanan

BERSYUKUR untuk Pajak yang saya bayar
karena artinya... Saya bekerja...
atau Punya penghasilan ...

BERSYUKUR untuk rumah yang berantakan...
Karena artinya saya masih punya kesempatan
melayani orang-orang yang mengasihi saya...

BERSYUKUR untuk baju yang mulai kesempitan
karena artinya ...
Saya bisa lebih dari cukup untuk makan ...

BERSYUKUR pada bayangan yang mengikutiku
Karena artinya ...
Aku tidak disilaukan oleh Matahari ...

BERSYUKUR untuk Kebun yang harus dirapikan
dan perkara yang harus dibetulkan dirumah..!!
Karena artinya... saya punya Rumah !!!

BERSYUKUR akan berita orang yang lagi DEMO .
karena artinya
Kita masih PUNYA kebebasan untuk berbicara

BERSYUKUR untuk dapat tempat parkir yang paling jauh...
Karena artinya saya masih bisa berjalan kaki.
dan diberkati dengan kendaraan yang saya bisa bawa...

BERSYUKUR untuk cucian...
Karena artinya... saya punya baju yang bisa dipakai...

BERSYUKUR karena kepenatan dan kelelahan kerja setiap hari...
karena artinya ... saya mampu bekerja keras setiap hari ...

BERSYUKUR mendengar Alarm yang mengganggu di pagi hari...
Karena artinya... SAYA MASIH HIDUP...

AKHIRNYA ... BERSYUKUR dengan banyaknya E-mail yang masuk ..
KARENA ARTINYA SAYA MASIH PUNYA ANDA YANG MEMPERHATIKAN SAYA...!!

[+/-] Selengkapnya...

5 Aplikasi Internet untuk Memudahkan Hidup

Pening mengatur aktivitas Anda? Mengapa tidak memanfaatkan aplikasi internet gratisan? berikut beberapa aplikasi online yang berguna untuk mengorganisir hidup Anda:

1. Atur Tugas dengan 'Remember the Milk'

Kegiatan sehari-hari bisa berantakan jika jadwal tidak diatur dengan baik menurut prioritas. Gunakan aplikasi 'Remember the Milk'. Meski namanya terkesan lucu, aplikasi yang satu ini akan membantu Anda menyusun jadwal harian dengan baik.

2. Simpan Catatan Penting di 'Backpack'

Simpan tulisan-tulisan dalam 'Backpack', semacam buku tulis berbasis web. Bermacam ide bisa disimpan secara pribadi di sini. Backpack juga punya alamat e-mail sehingga Anda bisa langsung memasukkan tulisan via e-mail di manapun berada.

3. Manfaatkan 'Sandy' sebagai Asisten Virtual

Mengapa tidak memanfaatkan asisten virtual yang cantik untuk mengingatkan jadwal acara Anda? Pakailah 'Sandy' yang akan memberitahu acara-acara penting sehari-hari.

4. Atur Keuangan via 'Wesabe'

Bingung dengan alur transaksi keuangan yang amburadul? Manfaatkan aplikasi online 'Wesabe' untuk mengatur keuangan Anda dengan baik.

5. Rancang Liburan dengan 'Tripit'

Mengatur liburan agar berjalan lancar bisa menyita waktu. Pertimbangkan untuk memakai 'Tripit'. Aplikasi gratis ini bakal mengorganisir rencana perjalanan Anda dengan peta, situasi tempat wisata sampai pemesanan hotel.

Met mencoba yaw heheheeeee


From : rezy fatmawati [rezfati@yahoo.co.id]

[+/-] Selengkapnya...

Mari Berhitung ! ^_^

Dari perhitungan konversi huruf2 silahkan disimak
Bagi yg pernah baca dan belajar 7 habit :
Jika, nilai huruf-huruf ini kita anggap sbb:

A - B - C - D - E - F - G - H - I - J - K - L - M - N - O - P - Q - R - S - T - U - V - W - X - Y - Z

1 - 2 - 3 - 4 - 5 - 6 - 7 - 8 - 9 -10 -11 -12 -13 - 14 -15 -16 -17 -18 -19 - 20 - 21- 22 - 23 - 24 - 25 - 26

Mari kita hitung bersama :
Bahasa Inggris (dipercaya oleh orang Amerika)
Kalau kita bekerja dengan modal angka tersebut dibawah, maka hasilnya adalah...


- H - A - R - D - W - O - R - K ( kerjakeras )

8 1 18 4 23 15 18 11 = 98% Only

- K - N - O - W - L - E - D - G - E ( pengetahuan )

11 14 15 23 12 5 4 7 5 = 96% Only

- L - O - B - B - Y - I - N - G ( pendekatan )

12 15 2 2 25 9 14 7 = 86% Only

- L - U - C - K ( keberuntungan )

12 21 3 11 = 47% Only

Ternyata ... semua nilai dari usaha-usaha kita diatas nggak bisa mengalahkan yang satu ini:

- A - T - T - I - T - U - D - E ( sikap/tingkah laku )

1 20 20 9 20 21 4 5 = 100%

tapi ini rumus yang berlaku di luar negeri he..he..he..
Di Indonesia, itung-itungannya menjadi begini:

- G - I - G - I - H (HARDWORK)

7 9 7 9 8 = 40% Saja

- I - L - M - U (Knowledge)

9 12 13 21 = 55% Saja

- L - O - B - I (Lobbying)

12 15 2 9 = 38% Saja

- M - U - J - U - R (Luck)

13 21 10 21 18 = 83% Saja

- S - I - K - A - P (Attitude)

19 9 11 1 16 = 46% Saja

tapi jika dengan melakukan ini

- K - O - R - U - P - S - I

11 15 18 21 16 19 9 = 109 %

Ternyata yg ditekuni orang-orang INDONESIA yaitu "KORUPSI" mempunyai kadar mencapai keberhasilan 109%. Lebih baik dr "ATTITUDE"- nya ORANG BARAT yg hanya 100%! hahahha.... :))

[+/-] Selengkapnya...

Bila Aku Jatuh Cinta...

Bila Aku Jatuh Cinta

Allahu Rabbi, aku minta izin

Bila suatu saat aku jatuh cinta

Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang

Hingga membuat lalai akan adanya Engkau

Allahu Rabbi,

Aku punya pinta

Bila suatu saat aku jatuh cinta

Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas

Biar rasaku pada-Mu tetap utuh

Allahu Rabbi,

Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta

Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan

kasih-Mu

dan membuatku semakin mengagumi-Mu

Allahu Rabbi,

Bila suatu saat aku jatuh hati

Pertemukanlah kami

Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu

Allahu Rabbi,

Pintaku terakhir adalah seandainya ku jatuh hati

Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku

Anugerahkanlah aku cinta-Mu...

Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu

Amin...

Sumber: http://www.dudung. net

[+/-] Selengkapnya...

Untuk Para Ukhti.... "Usah Kau Lara Sendiri"

Kegelisahan, kedukaan dan airmata adalah bagian sketsa hidup di dunia ini. Tetesan airmata bermuara dari hati yang terselaputkan kegelisahan jiwa terkadang memilukan, hingga membuat keresahan dan kebimbangan. Kedukaan karena kerinduan yang teramat sangat dalam menyebabkan kepedihan yang memenuhi rongga dada, jiwa yang rapuh pun berkisah pada alam serta kehidupan, bertanya dimanakah pasangan jiwa berada. Lalu, hati menciptakan serpihan kegelisahan, bagaikan anak yang hilang dari ibunya di tengah keramaian.

Keinginan bertemu pasangan jiwa, bukankah itu sebuah fitrah? Semua itu hadir tanpa disadari sebelumnya hingga tanpa sadar telah menjadi bagian hidup yang tak terpisahkan. Sebuah kewajaran pula bahwa setiap wanita ingin menjadi seorang istri dan ibu yang baik ketimbang menjalani hidup dalam kesendirian. Dengan sentuhan kasih sayang dan belaiannya akan terbentuk jiwa-jiwa yang sholeh dan sholehah. Duhai... betapa mulianya kedudukan seorang wanita, apalagi bila ia seorang wanita beriman yang mampu membina dan menjaga keindahan Islami hingga memenuhi setiap sudut rumahtangganya.

Allah Subhanahu wa Ta'ala pun telah menciptakan wanita dengan segala keistimewaannya, hamil, melahirkan, menyusui hingga keta'atan dan memenuhi hak-hak suaminya laksana arena jihad fisabilillah. Karena itu, yakinkah batin ini tiada goresan saat melihat pernikahan wanita lain dibawah umurnya? Pernahkah kita menyaksikan kepedihan wanita yang berazam menjaga kehormatan diri hingga ia menemukan pasangan jiwanya? Dapatkah kita menggambarkan perasaannya yang merintih saat melihat kebahagiaan wanita lain melahirkan anak? Atau, tidakkah kita melihat kilas tatapan sedih mereka ketika melihat aqiqah anak kita?

Letih... sungguh amat letih jiwa dan raga, sendiri mengayuh biduk kecil dengan rasa hampa tanpa tahu kapankah berlabuh.

Ukhti sholehah yang disayang Allah Subhanahu wa Ta'ala...
Dalam Islam, kehidupan manusia bukan hanya untuk dunia ini saja, ada dunia fana, pun ada akhirat. Memang, setiap manusia sudah diciptakan berpasangan, namun maksudnya tidak dibatasi hanya dunia fana ini saja. Jadi mungkin saja ada manusia yang jodohnya baru dipertemukan nanti di akhirat. Seseorang yang belum menemukan pasangan jiwanya di dunia fana ini, insya Allah akan dipertemukan di akhirat nanti, selama ia beriman dan bertaqwa serta sabar atas ujian-Nya yang telah menetapkan dirinya sebagai lajang di dunia fana.

Keresahan dan kegelisahan janganlah sampai merubah pandangan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kalaulah rasa itu selalu menghantui, usah kau lara sendiri duhai ukhti, taqarrub-lah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kembalikan segala urusan hanya kepada-Nya, bukankah hanya Ia yang Maha Memberi dan Maha Pengasih. Ikhtiar, munajat serta untaian doa tiada habis-habisnya curahkanlah kepada Sang Pemilik Hati. Jangan membandingkan diri ini dengan wanita lain, karena Allah pasti memberikan yang terbaik untuk setiap hamba-Nya, meski ia tidak menyadarinya.

Usahlah dirimu bersedih lalu menangis di penghujung malam karena tak kunjung usai memikirkan siapa kiranya pasangan jiwa, menangislah karena airmata permohonan kepada-Nya di setiap sujud. Jadikan hidup ini penuh dengan harapan baik kepada Sang Pemilik Jiwa, dan kesiapan menghadapi putaran waktu, hingga setiap gerak langkah serta helaan nafas bernilai ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Tausyiah-lah selalu batin dengan tarbiyah Ilahi hingga diri ini tidak sepi dalam keheningan. Bukankah kalau sudah saatnya tiba, jodoh itu tak akan lari kemana, karena sejak ruh telah menyatu dengan jasad ini, siapa pasangan jiwamu pun telah dituliskan-Nya.

Sabar dan sabarlah ukhti sholehah...
Bukankah matahari akan selalu menghiasi pagi dengan kemewahan sinar keemasannya, malam pun masih indah dengan bintang gemintang keperakan, dan kicau bening burung malam selalu riang mencandai sang rembulan. Senyumlah, laksana senyum penuh pesona butir embun yang selalu setia melantunkan tasbih dan tahmid di kala subuh. Hapuslah airmata di pipi, hilangkan lara di hati hingga akan dirimu rasakan tak ada lagi gejolak keresahan, kegamangan atau pun kegelisahan, terimalah semua sebagai bagian dari perjalanan hidup, hingga dirimu temukan rahasia kehidupan bahwa semua ini adalah tanda kebesaran hati dan jiwa, semoga.

Wallahu a'lam bi showab,


*IKATLAH ILMU DENGAN MENULISKANNYA*
Al-Hubb Fillah wa Lillah,
Abu Aufa
Sumber: http://www.dudung. net

[+/-] Selengkapnya...

Dia Mencium Bau Surga

Di dalam sebuah hadits yang bersumber dari Abu Hurairah RA, Rasululllah SAW pernah bersabda, "Ada tujuh golongan orang yang mendapat naungan Allah pada hari tiada naungan selain dari naunganNya... diantaranya, seorang pemuda yang tumbuh dalam melakukan ketaatan kepada Allah."

Dan di dalam sebuah hadits shohih yang berasal dari Anas bin an-Nadhr RA, ketika perang Uhud ia berkata, "Wah .... angin surga, sunguh aku telah mencium wangi surga yang berasal dari balik gunung Uhud." Seorang Doktor bercerita kepadaku, " Pihak rumah sakit menghubungiku dan memberitahukan bahwa ada seorang pasien dalam keadaaan kritis sedang dirawat. Ketika aku sampai, ternyata pasien tersebut adalah seorang pemuda yang sudah meninggal - semoga Allah merahmatinya -.

Lantas bagaimana detail kisah wafatnya. Setiap hari puluhan bahkan ribuan orang meninggal. Namun bagaimana keadaan mereka ketika wafat? Dan bagaimana pula dengan akhir hidupnya? Pemuda ini terkena peluru nyasar, dengan segera kedua orang tuanya -semoga Allah membalas segala kebaikan mereka- melarikannya ke rumah sakit militer di Riyadh. Di tengah perjalanan, pemuda itu menoleh kepada ibu bapaknya dan sempat berbicara. Tetapi apa yang ia katakan? Apakah ia menjerit dan mengerang sakit? Atau menyuruh agar segera sampai ke rumah sakit? Ataukah ia marah dan jengkel ? Atau apa?

Orang tuanya mengisahkan bahwa anaknya tersebut mengatakan kepada mereka, Jangan khawatir! Saya akan meninggal... tenanglah... sesungguhnya aku mencium wangi surga.! Tidak hanya sampai di sini saja, bahkan ia mengulang-ulang kalimat tersebut di hadapan para dokter yang sedang merawat. Meskipun mereka berusaha berulang-ulang untuk menyelamatkannya, ia berkata kepada mereka, Wahai saudara-saudara, aku akan mati, maka janganlah kalian menyusahkan diri sendiri... karena sekarang aku mencium wangi surga.' Kemudian ia meminta kedua orang tuanya agar mendekat lalu mencium keduanya dan meminta maaf atas segala kesalahannya. Kemudian ia mengucapkan salam kepada saudara-saudaranya dan mengucapkan dua kalimat syahadat, Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah' Ruhnya melayang kepada Sang Pencipta subhanahu wa ta'ala. Allahu Akbar... apa yang harus aku katakan dan apa yang harus aku komentari... Semua kalimat tidak mampu terucap... dan pena telah kering di tangan... Aku tidak kuasa kecuali hanya mengulang dan mengingat Firman Allah subhanahu wa ta'ala,
" Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan akhirat." (Ibrahim : 27) Tidak ada yang perlu dikomentari lagi. Ia melanjutkan kisahnya,

"Mereka membawa jenazah pemuda tersebut untuk dimandikan. Maka ia dimandikan oleh saudara Dhiya' di tempat pemandian mayat yang ada di rumah sakit tersebut. Petugas itu melihat beberapa keanehan yang terakhir. Sebagaimana yang telah ia ceritakan sesudah shalat Magrib pada hari yang sama. Ia melihat dahinya berkeringat. Dalam sebuah hadits shahih Rasulullaah Shallallaahu ¡alahi wasallam bersabda, "Sesungguhnya seorang mukmin meninggal dengan dahi berkeringat". Ini merupakan tanda-tanda khusnul khatimah. Ia katakan tangan jenazahnya lunak demikian juga pada persendiannya seakan-akan dia belum mati. Masih mempunyai panas badan yang belum pernah ia jumpai sebelumnya semenjak ia bertugas memandikan mayat. Pada tubuh orang yang sudah meninggal itu (biasanya-red) dingin, kering dan kaku. Telapak tangan kanannya seperti seorang yang membaca tasyahud yang mengacungkan jari telunjuknya mengisyaratkan ketauhidan dan persaksiannya, sementara jari-jari yang lain ia genggam. Subhanalllah... Sungguh indah kematian seperti itu. Kita memohon semoga Allah subhanahu wa ta'ala menganugrahkan kita khusnul khatimah.

Saudara-saudara tercinta... kisah belum selesai... Saudara Dhiya' bertanya kepada salah seorang pamannya, apa yang ia lakukan semasa hidupnya? Tahukah anda apa jawabnya? Apakah anda kira ia menghabiskan malamnya dengan berjalan-jalan di jalan raya? Atau duduk di depan televisi untuk menyaksikan hal-hal yang terlarang? Atau ia tidur pulas hingga terluput mengerjakan shalat? Atau sedang meneguk khamr, narkoba dan rokok? Menurut anda apa yang telah ia kerjakan? Mengapa ia dapatkan husnul khatimah (insyaAllah -red) yang aku yakin bahwa saudara pembaca pun mengidam-ngidamkannya; meninggal dengan mencium wangi surga.

Ayahnya berkata, "Ia selalu bangun dan melaksanakan shalat malam sesanggupnya. Ia juga membangunkan keluarga dan seisi rumah agar dapat melaksanakan shalat Shubuh berjama'ah. Ia gemar menghafal al-Qur'an dan termasuk salah seorang siswa yang berprestasi di SMU." Aku katakan, "Maha benar Allah" yang berfirman (yang artinya-red) "Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: Rabb kami ialah Allah' kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): Janganlah kamu takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.' Kamilah pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari (Rabb) Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Fhushilat:30- 32)

Diambil dari :
Serial Kisah Teladan Karya Muhammad bin Shalih Al-Qahthani, sebagaimana
yang dinukil dari Qishash wa ¡Ibar karya Doktor Khalid al-Jabir.
Sumber: http://www.dudung.net/

[+/-] Selengkapnya...

Ketika Aku Pasrah dan Tawakal.....

Ketika aku pasrah dan tawakal kepada Allah,
dalam menanti jodoh yang terbaik menurut sang Maha Pencipta, aku singkirkan segala permintaanku tentang jodoh yang tepat menurut aku. Tapi jodohku masih belum datang juga. Ternyata ketika mulutku meminta, hatiku tidak seiring dan sejalan dengan apa yang aku ucapkan. Akupun berusaha sekuat tenaga menyelaraskan ucapan dan lintasan hatiku.

Ketika aku pasrah dan tawakal kepada Allah,
dalam menanti jodoh yang terbaik menurut sang Maha Kasih dan Sayang, aku samakan doa yang terucap lewat mulutku dan doa yang terlintas dalam hatiku. Subhanallah, begitu mulut dan hatiku menjadi satu, sang Maha Kuasa, Allah Subhanahu Wa Ta'ala, langsung mengijabah doaku. Lima hari setelah aku panjatkan doa minta diberikan jodoh terbaik, Allah mempertemukan aku dengan seorang wanita yang hanya aku kenal namanya dan nama Ayahnya. Aku tidak pedulikan kecantikannya, latar belakang pendidikannya, usianya, berapa jumlah kakak adiknya, atau bagaimana kondisi keluarganya. Kalau Allah sudah memberikan yang terbaik, aku harus siap menghadapi segala kekurangan dan kelebihan wanita itu.

Ketika aku pasrah dan tawakal kepada Allah,
dalam menerima jodoh yang terbaik menurut sang Maha Penentu Takdir, Dia memberikan lebih daripada yang aku kira. Ketika aku tidak lagi menuntut banyak kriteria, Allah justru memberiku seorang wanita dengan kriteria yang dulu pernah aku minta di setiap doa-doaku dalam mengharap jodohku. Allahu Akbar. Wanita itu menerima aku apa adanya dan kini menjadi ibu dari dua orang anakku. Wanita itu sungguh mampu melayani aku, seorang suami yang masih perlu banyak memperbaiki diri.

Ketika aku pasrah dan tawakal kepada Allah,
dalam menerima wanita itu sebagai istriku, aku sangat yakin kepada sang Maha Pengampun, istriku akan jauh lebih baik dan lebih cantik di surga nanti. Dialah jalan bagiku untuk menuju surga Allah. Ya Allah, kumpulkanlah kami dalam surgamu kelak. Amin.

Sahabatku, ketika engkau mampu pasrah dan tawakal kepada Allah, dalam segala hal, maka yakinlah, sang Maha Mendengar segala doa, akan mengabulkan doa-doa sahabat.

Dari aku yang masih terus mencoba pasrah dan tawakal.....

Rico Atmaka
Koordinator Majelis Sehati
Daarut Tauhiid Jakarta

[+/-] Selengkapnya...

CAPE DECH....

Cerita pendek berjudul "Cape Deh",

Boss bicara dengan sekretarisnya: "Seminggu kita pergi untuk perjalanan dinas, tolong siap-siap."

Sekretaris telepon suaminya: "Mas, saya mau berangkat untuk perjalanan dinas, hati-hati di rumah ya."

Suami telepon kekasih gelapnya: "Istriku mau berangkat seminggu, kau ada waktu?"

Kekasih gelap bilang terhadap anak kursusnya: "Nak, ibu punya banyak kerjaan selama seminggu, kursus ditiadakan selama seminggu."

Anak kursus bilang terhadap kakeknya: "Kek, seminggu tidak ada kursus, gurunya sibuk. Ayo kita jalan-jalan. "

Kakek (=Boss) telepon sekretarisnya: "Minggu ini saya mau jalan-jalan sama cucu saya, meeting dibatalkan."

Sekretaris telepon suaminya: "Bossnya ada kerjaan rumah yang mendadak, tripnya dibatalkan Mas."

Suami bilang kekasih gelapnya: "Kau tak bisa datang, istriku tak jadi pergi."

Kekasih gelap telepon anak kursusnya : "Nak, kursus minggu ini berjalan seperti biasa."

Anak kursus bilang sama kakeknya: "Kek, guruku bilang kursus berjalan normal. Kakek jalan sendiri aja."

Kakek bilang sama sekretarisnya: "Minggu ini kita atur perjalanan dinas lagi. Kamu siap-siap, yah!"

Cape deh...

From : DiC [ababil5@yahoo.com]

[+/-] Selengkapnya...

Selasa, Juni 10, 2008

Saya sholat lima waktu tapi.......

Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya tidak bersyukur pada Nya
Padahal dulunya saya amat susah
Allah yang memberi rezeki pada saya
Dengan rezeki itu saya dapat membeli rumah
Dengan rezeki itu saya dapat menampung keluarga
Dengan rezeki itu saya dapat membeli kendaraan dan sebagainya
Tapi.. hati saya masih belum puas. Saya masih tamak akan harta dunia dan masih menganggap serba kekurangan, dan tidak ragu untuk mencuri, baik mencuri secara kecil-kecilan, atau mencuri dalam jumlah besar, dan Menerima Suap (Rejeki) dari yang tidak halal...

Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya masih menggunakan perkataan yang tidak sopan kepada teman-teman,
Saya sering menyakiti hati mereka,
Saya sering menghina mereka,
Saya sering menghina keturunan dan bangsa mereka seolah-olah keturunan dan bangsa saya saja yang paling baik, padahal saya sendiri tidak tahu persis tempat saya di mahsyar nanti bagaimana.


Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya masih sombong dengan ilmu yang saya miliki,
Saya masih sombong dengan amal perbuatan yang telah saya perbuat,
Saya masih sombong dengan ibadah yang saya lakukan,
Saya masih sombong dan menganggap sayalah yang paling pandai,
Saya masih sombong dan merasa saya paling dekat dengan Allah SWT,
Dengan berbagai macam cara dan berbagai argumen saya debat mereka yang tidak sehaluan dengan saya dan saya hancurkan Rumah Ibadah mereka, saya aniaya dan saya siksa mereka dan keluarga mereka
Padahal saya sendiri belum tahu , ridhokah Allah SWT dengan apa yang telah saya perbuat itu...

Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya masih menggunakan ilmu hitam untuk menjatuhkan musuh-musuh saya,
Saya masih mempercayai selain Allah,
Percaya kepada Jimat, meminta kepada kuburan
Saya menggunakan uang bahkan harta serta pangkat dan kekuasaan untuk menjatuhkan manusia yang saya tidak suka...

Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya amat bakhil dan kikir mengeluarkan uang untuk zakat dan sedekah kepada fakir miskin atau kepada anak yatim piatu kerena saya takut hartaku habis dan jatuh miskin...


Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya masih menyimpan sifat dengki dan khianat kepada teman-teman yang sukses dinaikkan pangkatnya atau dinaikan gajinya dan atau berhasil dalam usahanya,
padahal mereka berusaha dan bekerja sungguh-sungguh dan saya hanya bekerja seperti hidup segan mati tak mau.


Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya mengabaikan anak isteri yang kelaparan dan menderita di rumah,
karena saya merasa sebagai raja di dalam rumah tangga dan boleh berbuat sesuka hati.


Saya Sholat lima waktu tapi....
Masih merengut dan mencaci maki bila saya ditimpa musibah, walaupun sebenarnya saya tahu sesuatu musibah itu datangnya dari Allah, karena perbuatan dan prilaku saya sendiri
Seharusnya saya sadar kepada siapakah saya mencaci maki itu ?


Saya Sholat lima waktu tapi....
Menuntut ilmu semata mata mempersiapkan diri untuk berdebat dengan orang lain atau untuk menduga keilmuan mereka dan sengaja mencari cari yang tidak sehaluan dengan saya, dan memaksa mereka mengikuti jejak langkah saya, padahal seharusnya saya sadar tujuan kita menuntut ilmu adalah supaya kita dapat berbuat amal sholeh dan beribadah dengan khusyuk dan tidak melakukan syirik kepada Allah (mempersekutukan Allah SWT dengan yang lainnya)

Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya enggan melaksanakan serta kurang bahkan tidak faham dengan firman Allah SWT dalam Al Quran QS: 29 : (Al-Ankabut) : 45 yang artinya
"Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan."

Saya Sholat lima waktu tapi..
Saya tidak faham dan tidak tahu dan tidak menjalankan dengan benar firman Allah dalam QS 107. (Al Ma'un) : yang artinya
1. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama ?
2. Itulah orang yang menghardik anak yatim
3. dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin
4. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat
5. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya
6. orang-orang yang berbuat riya

7. dan enggan (menolong dengan) barang
berguna

Mudah-mudahan tulisan ini bukan Saya atau pun Anda......

[+/-] Selengkapnya...

Google