KEEP PRAY, SMILE & SPIRIT ^_^
DO THE BEST 4 TODAY!!!

Senin, Agustus 27, 2007

Mengapa HP harus dimatikan saat di pesawat?

Mengapa HP harus dimatikan saat di pesawat?
(by Aldo Agusdian)


============ ========= =========

Mengapa HP harus dimatikan saat di pesawat? (1 dari 2)

Saya sedih mendengar terbakarnya pesawat Garuda, GA 200 pada tanggal 7 Maret 2007, pukul 07.00 pagi, jurusan Jakarta-Yogyakarta di Bandara Adisucipto. Kejadian itu sungguh menyayat hati dan perasaan.

Kemudian saya teringat beberapa bulan yang lalu terbang ke Batam dengan menggunakan pesawat Garuda juga. Di dalam pesawat duduk disamping saya seorang warga Jerman. Pada saat itu dia merasa sangat gusar dan terlihat marah, karena tiba-tiba mendengar suara handphone tanda sms masuk dari salah satu penumpang, dimana pada saat itu pesawat dalam posisi mau mendarat. Orang ini terlihat ingin menegur tetapi tidak berdaya karena bukan merupakan tugasnya.

Langsung saya tanya kenapa tiba-tiba dia bersikap seperti itu, kemudian dia bercerita bahwa dia adalah supervisor salah satu perusahaan industri khusus mesin turbin. Dia bercerita, suatu ketika saat dia bertugas tiba-tiba mesin turbin mati, setelah diselidiki ternyata ada salah satu petugas sedang menggunakan HP didalam ruangan mesin turbin.

Orang Jerman ini menjelaskan bahwa apabila frekwensi HP dengan mesin turbin ini kebetulan sama dan sinergi ini akan berakibat mengganggu jalannya turbin tersebut, lebih fatal lagi berakibat turbin bisa langsung mati.

Cerita ini langsung saya kaitkan dengan peristiwa diatas (terbakarnya GA200), kalau saya tidak salah mendengar mesin pesawat tiba-tiba mati pada saat mau mendarat. Mudah-mudahan peristiwa ini bukan akibat HP penumpang. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk masyarakat yang sering bepergian dengan pesawat. (KOMPAS)

Rakyat kita ini memang High Class. Handphone-nya Mahal, transportasi dengan pesawat. Tapi tetap saja tidak tahu kenapa larangan itu dibuat. Atau ada yang tahu tapi tetap tidak peduli. Orang indonesia harus selalu belajar dengan cara yang keras.

Buat yang belum tahu, kenapa tidak boleh menyalakan Handphone di pesawat, berikut penjelasannya:

Sekedar sharing saja buat kita semua yang memiliki dan menggunakan ponsel/telpon genggam atau apapun istilahnya. Ternyata menurut sumber informasi yang didapat dari ASRS (Aviation Safety Reporting System) bahwa ponsel mempunyai kontributor yang besar terhadap keselamatan penerbangan. Sudah banyak kasus kecelakaan pesawat terbang yang terjadi akibatkan oleh ponsel.

Mungkin informasi dibawah ini dapat bermanfaat untuk kita semua, terlebihyang sering menggunakan pesawat terbang.

Contoh kasusnya antara lain:
Pesawat Crossair dengan nomor penerbangan LX498 baru saja "take-off" dari bandara Zurich, Swiss. Sebentar kemudian pesawat menukik jatuh. Sepuluh penumpangnya tewas. Penyelidik menemukan bukti adanya gangguan sinyal ponsel terhadap sistem kemudi pesawat.

Sebuah pesawat Slovenia Air dalam penerbangan menuju Sarajevo melakukan pendaratan darurat karena sistem alarm di kokpit penerbang terus meraung-raung. Ternyata, sebuah ponsel di dalam kopor dibagasi lupa dimatikan, dan menyebabkan gangguan terhadap sistem navigasi.

Boeing 747 Qantas tiba-tiba miring ke satu sisi dan mendaki lagi setinggi 700 kaki justru ketika sedang "final approach" untuk "landing" di bandara Heathrow, London. Penyebabnya adalah karena tiga penumpang belum mematikan komputer, CD player, dan electronic game masing-masing (The Australian, 23-9-1998).

Seperti kita tahu di Indonesia. Begitu roda-roda pesawat menjejak landasan, langsung saja terdengar bunyi beberapa ponsel yang baru saja diaktifkan. Para "pelanggar hukum" itu seolah-olah tak mengerti, bahwa perbuatan mereka dapat mencelakai penumpang lain, disamping merupakan gangguan (nuisance) terhadap kenyamanan orang lain.

Dapat dimaklumi, mereka pada umumnya memang belum memahami tatakrama menggunakan ponsel, disamping juga belum mengerti bahaya yang dapat ditimbulkan ponsel dan alat elektronik lainnya terhadap sistem navigasi dan kemudi pesawat terbang. Untuk itulah ponsel harus dimatikan, tidak hanya di-switch agar tidak berdering selama berada di dalam pesawat.

Berikut merupakan bentuk ganguan-gangguan yang terjadi di pesawat:
* Arah terbang melenceng,
* Indikator HIS (Horizontal Situation Indicator) terganggu,
* Gangguan penyebab VOR (VHF Omnidirectional Receiver) tak terdengar,
* Gangguan sistem navigasi,
* Gangguan frekuensi komunikasi,
* Gangguan indikator bahan bakar,
* Gangguan sistem kemudi otomatis,

Sedangkan gangguan lainnya seperti:
* Gangguan arah kompas komputer diakibatkan oleh CD playet & portable game
* Gangguan indikator CDI (Course Deviation Indicator)

Frekuensi bicara HP tidak mengganggu penerbangan atau apapun karena ada alokasinya sendiri/masing2.

Tetapi signaling pada sebagian besar sistem selular adalah broadband (signal tone transformasi fouriernya tak hingga) dengan range dari frekuensi sangat rendah ke sangat tinggi (pilot tone). Signaling ini juga dipake untuk menghantarkan sms. Ini inti yang bikin interferensi (percobaan sederhana : dekatkan HP ke komputer(layar atau speaker/radio) waktu kita sms-an maka akan terdengar bunyi interferensinya atau layar monitor jadi terganggu)

Sinyal pilot tone ini bisa mengganggu berbagai macam instrument/alat di pesawat yang memang dikontrol oleh sinyal listrik kecil (lemah). Ini mungkin saja mematikan turbin jika memang turbin dikontrol sinyal listrik lemah.

Sinyal ini juga berbahaya di pom bensin dapat mengacaukan kontrol instrumentasi pom bensin.

Sinyal ini juga yang dapat mengganggu otak manusia karena pada umunya sinyal2 syaraf manusia pada frekuensi rendah (percobaannya sederhana: jika kita sms-an terus menerus dekat kepala atau lagi didaerah tidak ada coverage kita taruh HP dekat kepala.. maka lama2 kepala akan pusing)

Sinyal pilot tone akan semakin besar jika kehilangan BTSnya. Ini memangdidesain untuk mencari BTS baru untuk hand-off.

Sewaktu pesawat take -off/mendarat biasanya justru saat yang kritis untukpesawat dan kebetulan biasanya sinyal BTS juga hilang maka pilot tone akanmembesar. Kecil kemungkinan sinyal pilot tone menginterfrensi. instrumen pesawat (kecil kemungkinan artinya masih ada kemungkinan walupun probabilitasnya rendah). Walau begitu untuk jaga2.maka dilarang sama sekali. Jika seluruh penumpang membawa HP dan aktif selama take-off atau landing, pilot tone membesar dan probabilitas mengganggunya pun akan besar pula

****


Semua informasi diatas adalah bersumber dari ASRS.

Dengan melihat daftar gangguan diatas kita bisa melihat bahwa bukan saja ketika pesawat sedang terbang, tetapi ketika pesawat sedang bergerak di landasan pun terjadi gangguan yang cukup besar akibat penggunaan ponsel.

Kebisingan pada headset para penerbang dan terputus-putusnya suara mengakibatkan penerbang tak dapat menerima instruksi dari menara pengawas dengan baik.

Untuk diketahui, ponsel tidak hanya mengirim dan menerima gelombang radio melainkan juga meradiasikan tenaga listrik untuk menjangkau BTS (Base Transceiver Station). Sebuah ponsel dapat menjangkau BTS yang berjarak 35 kilometer. Artinya, pada ketinggian 30.000 kaki, sebuah ponsel bisa menjangkau ratusan BTS yang berada dibawahnya. (Di Jakarta saja diperkirakan ada sekitar 600 BTS yang semuanya dapat sekaligus terjangkau oleh sebuah ponsel aktif di pesawat terbang yang sedang bergerak di atas Jakarta).(Varis/ pertamina)

Sebagai makhluk modern, sebaiknya kita ingat bahwa pelanggaran hukum adalah juga pelanggaran etika. Tidakkah kita malu dianggap sebagai orang yang tidak peduli akan keselamatan orang lain, melanggar hukum, dan sekaligus tidak tahu tata krama?

Sekiranya bila kita naik pesawat, bersabarlah sebentar. Semua orang tahu kita memiliki ponsel. Semua orang tahu kita sedang bergegas. Semua orang tahu kita orang penting. Tetapi, demi keselamatan sesama, dan demi sopan santun menghargai sesama, janganlah mengaktifkan ponsel selama di dalam pesawat terbang.

Semoga suatu hari kita bisa sedikit lebih baik.
===================================


From : Dwi Pudyastuti

Tidak ada komentar:

Google